setiap peristiwa pasti membawa hikmah yang bisa membuat hidup kita lebih baik. Meskipun hikmah itu datang melalui peristiwa yang menyedihkan. Karena Allah Tuhan kita akan selalu menemani kita .
Tepatnya pada hari minggu tanggal 17 MEI ibuku hendak pergi mengujungi kakak perempuanku yang sedang hamil besar di sumber. Namun sungguh naas , ketika ia berjalan di pinggir jalan raya. Seorang pengendara motor yang laju motornya terlalu pinggir menabrak ibuku. Ibuku dibawa ke dokter lalu kata dokter itu ibuku harus tetap rawat jalan . Bibir dan pipi kanannya dijahit entah ada berapa jahitan. Pelaku tidak mau bertanggung jawab sepenuhnya. Bagiku pihak kepolisian kurang tegas, bahkan sangat kurang tegas.
Setelah ibu pulang akhirnya aku yang harus menggantikan pekerjaan ibu. Aku rela melakukannya karena aku sebagai anaknya wajib melakukan itu. Setiap pagi aku harus bangun lebih awal untuk mencuci bajuku dan orang tuaku. Selain itu juga aku harus mencuci peralatan masak juga menyapu rumah. Ayahku yang bertugas memasakan makanan untukku, meskipun nasi yang dia buat tidak enak. Perutku sedikit agak tidak punya selera makan. Tapi aku tetap jalani itu dengan sabar.
Kini ibuku sedang di rumah kakakku menemaninya megurus buah hati perempuan yang baru saja lahir tepatnya pada hari sabtu kemarin dengan cara operasi sesar .
Dari semua itu aku tak lepas dari masalah-masalahku di sekolah. Seperti masalah dengan teman. Ya, aku memang ada masalah dengan temanku. Aku memang salah karena selalu mengungkit-ungkit kesalahanya. Seharusanya mungkin ku terima dia apa adanya. Akan kucoba menjalin hubungan baik lagi dengannya. Kegiatan di luar sekolah. Extrakulikuler karateku kurang baik, entah apa yang bisa membuat seperti itu, rasanya tidak nyaman di hati tapi aku selau mencoba membuat sendiri kenyamanan itu.
Sekarang aku merasa, aku yang sekarang ternyata bisa lebih dewasa dari aku yang dulu. Akan ku buat hidupku lebih berarti lagi. Tuhan pasati tahu apa maksud dan keinginanku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar